Tentukan Tanggal Pernikahan yang Tepat 1
2 March 2016,
 0

Putri Bungsu Catering – Kalau memang penting, hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan. Nah kembali lagi dengan topik menarik lainnya, tapi dibahas dengan menarik ya teman-teman.

Pada dasarnya manusia sendiri memliki hasrat untuk meneruskan keturunannya dalam arti reproduksi, karena ini bukan masalah sepele kan enggak salahnya bukan memberi semcam edukasi mini pra-nikah. Semoga membantu ya teman-teman.

1. Pernikahan Adalah Hal yang Sakral

Di semua agama baik Islam, Kristen, Katholik, Budha, dan Hindhu mengajarkan tentang hal ini. Dewasa ini banyak kaum muda kita salah kaprah dengan arti menikah ini, karena salah presepsi inilah yang membuat remaja di Indonesia ‘mulai’ kehilangan harta mereka. Tidak kaget mendengarkan banyak anak dibawah umur hamil duluan, aborsi, dan kalau mereka beruntung bakal melangsungkan pernikahan dengan unsur ‘keterpaksaan’ saja.

Karena keterpaksaan inilah yang membuat menganggap menikah adalah hal kebutuhan sementara, bukan memikirkan bagaimana menjaga hubungan ini tetap utuh. Nah jadi teman-teman baik yang mau menikah atau belum mau menikah harap diresapi betul-betul ya. Pernikahan bukanlah hal mudah guys apalagi ada unsur terpaksa di dalamnya.

2. Tentukan Tanggal Pernikahan yang Tepat

Setelah mantap dan memutuskan melepas masa lajang dan memulai hidup baru, alangkah baiknya menentukan tanggal pernikahan jauh-jauh hari. Selain persiapan semakin matang, masa-masa pengenalan antar dua individu semakin mesra ya. Contoh sederhana hubungan Glenn Alinski dengan Chelsea Olivia.

Dua pasangan yang menikah pada pertengahan tahun 2015 lalu membuat jutaan pasang mata di tanah air merasa kagum, bagaimana bisa pacaran selama itu tanpa terdengar retaknya hubungan mereka karena salah sangka berakhir dengan sebuah ikatan suci.

Ya, contoh sederhana ini bisa menjadi gambaran ya teman-teman. Bahwa pacaran atau masa penjajakan antar individu lebih lama menjadi magnet pemersatu hehehe…

Selain persiapan dan masa penjajakan tadi, manfaatnya bisa menentukan kapan sang jabang bayi akan lahir lho.. dengan demikian persiapan finansial dari kebutuhan pendidikan dapat diatasi sejak dini. Nah liat sisi positifnya kan teman-teman. Dengan menentukan jauh-jauh hari sama halnya one step closer dengan apa yang akan terjadi besok.

3. Siapkan Daftar Tamu Undangan

Hal satu ini enggak kalah pentingnya, selain bisa menghitung jumlah pasti kerabat dan teman yang akan datang, bisa meminimalisir sisa makanan yang terbuang percuma. Contoh : teman-teman memesan makanan sebesar 500 porsi makanan namun kenyataannya tamu yang hadir hanya 400an orang saja. Sisa makanan sebanyak ini mau dikemanakan ? apa teman-teman tega buang itu makanan, dengan berkaca diluar sana banyak orang yang masih kelaparan.

Contoh kecil lainnya yang baru-baru ini terjadi. CEO Facebook Mark Zukerberg tahun 2015 lalu mengadakan pernikahan kecil miliknya. Kenapa kecil ? Bukan berarti tidak mampu membuat pesta mewah ya teman-teman, ternyata dia ingin hanya kerabat dan sahabat saja yang datang dalam acara pernikahan dia. Dan saya yakin, seorang Mark Zukerberg memikirkan poin jumlah porsi makanan dengan benar menghindari membuang-buang makanan. Teman-teman tau sendiri bukan, Mark sudah terkenal dengan sifat sederhananya ini semenjak muda. Bisa jadi contoh dan bukti, yang terpenting dari pernikahan ini bukan pesta tapi esensi nya. See the point guys ?!

4. Mau Bulan Madu Dimana ? dan Ngapain ?

Heh pikirannya jangan pada jorok dulu ya teman-teman. Disini saya mau jelasin bulan madu yang anti mainstream. Jadi inti dari kalimat honey moon ini condong ke arah kemewahan semata, pergi plesiran menuju eropa, pulau dewata, atau ke maladwa mungkin. Namun sih enggak salah juga, kalau teman-teman punya budget diatas rata-rata.

Namun pernah enggak teman-teman mencoba berbagi rasa bahagia ini terhadap orang-orang malang diluar sana. Enggak ada salahnya bukan, jika hendak honey moon lebih spesial dengan mengalokasikan dana yang lumayan besar menjadi sarana berbagi kepada anak-anak panti asuhan.

Dengan begini, mereka anak-anak panti asuhan bisa merasakan sejenak. Bagaimana sih rasanya punya orang tua yang baru saja menikah dengan begini bisa memberikan gambaran “oh jadi begini ya rasanya papah mamahku pertama kali menikah”.

Benarkan guys, mungkin bisa jadi contoh satu ide sederhana nan bermakna ini menjadi sebuah acuan.

5. Ikuti Program Pemerintah

Nah masuk fase yang ini diharapkan semuanya sadar ya teman-teman. Dari jaman kita kecil iklan-iklan masyarakat di televisi kita “ dua anak cukup”. Pernyataan ini bukan tanpa alasan guys, dengan ikut berencana dan partisipasi sejak dini dua anak cukup memang tepat/

Mengapa demikian ? diantaranya bisa lebih mudah mengatur anak, pengawasan kepada semua anak rata, dan pembagian kasih sayang orang tua terhadap anaknya menjadi adil. Bukan berarti yang sudah terlanjur punya banyak anak bakal sulit mengatur dll. Namun alangkah baiknya ikuti saja program pemerintah ini, kan banyak juga manfaat lainnya. Benar nggak guys?

Kalau belum memiliki keturunan juga, bisa mengadopsi anak di panti asuhan bukan? Selain memliki anak sendiri, teman-teman juga membantu hidup mereka keluar dari jurang kesedihan mereka selama ini.

6. Daftarkan Diri Kamu dan Keluarga di Jasa Asuransi

Tindakan ini sifatnya optional sih, bisa di ikuti atau di hindari hehehe.. namun dengan tuntutan zaman yang se-modern ini semua harga kebutuhan pokok, pendidikan, properti, kesehatan semakin mahal. Tidak ada salahnya bukan sedia payung sebelum hujan.

Sejak dini ikut jasa asuransi tertentu dengan tawaran jasa yang beraneka ragam, bisa dicoba langkah ini. Apakah teman-teman yang bakal menjadi calon orang tua tega melihat anak-anak anda putus sekolah karena tidak ada biaya. Jangan sampai hal itu terjadi ya guys. Ingat segala sesuatu yang dipersiapkan sejak dini enggak ada salahnya kok.

Bukan menjadi kebahagian tersendiri melihat anak-anak kita menjadi lebih sukses dan enak menjalani hidup ini,yang pada kenyataannya semakin susah. Seperti yang saya utarakan sebelumnya, opsi ini sifatnya opsional tergantung teman-teman memaknai hidup ini seperti apa.

Apa yang teman-teman punyai sekarang menjadi jaminan hidup yang baik buat tujuh atau sepuluh tahun mendatang. Yang pasti, musibah itu ada tergantung teman-teman sendiri siap atau belum menerima dan menyelesaikan musibah ini. Nah jawaban ada di tangan teman-teman ya.

Yah itu tadi beberapa ulasan sedikit yang sekiranya bisa membantu teman-teman yang hendak menikah. Akan tetapi buat teman-teman yang belum menikah dan sudah membaca artikel ini hingga selesai bukan menjadi hal sia-sia ya. Tambah pengetahuan guys!.

Dan yang terpenying menikah merupakan hal sakral ya, mengapa menjadi hal yang sakral ? karena hanya terjadi sekali selama seumur hidup. Istilah romantisnya Cuma maut yang memisahkan . Jadi ingat film Habbie dan Ainun bukan ? hehehehe…

Harapan kami membuat teman-teman sadar dan menjaga hubungn rumah tangga sebaik mungkin dengan tips-tips sederhana diatas. Akhir kata terimaksih sudah mampir dan membaca..

Leave a Reply